Aspiration of Health Journal
https://ejournal.itka.ac.id/index.php/aohj
<p>Aspiration of Health Journal is a publication of scientific work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records, hospital management and so on. In addition, the Journal was first established since 2023 by LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi with online version of <a title="E-ISSN: 2985-8267" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230204540034522" target="_blank" rel="noopener"><strong>E-ISSN: 2985-8267</strong></a>.</p>LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasien-USAspiration of Health Journal2985-8267EVALUASI KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DI PT Y KABUPATEN SEMARANG
https://ejournal.itka.ac.id/index.php/aohj/article/view/539
<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="420"> <p>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Salah satu upaya pencegahan kecelakaan kerja adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara tepat dan konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pekerja dalam penggunaan APD serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan tersebut di bagian gudang PT Ungaran Sari Garments. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan magang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan APD masih tergolong rendah. Pekerja umumnya hanya menggunakan masker dan back support, sedangkan APD lain seperti helm keselamatan, sarung tangan, kacamata pelindung, dan sepatu safety belum digunakan secara lengkap dan konsisten. Rendahnya kepatuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu keterbatasan jenis APD yang digunakan, rendahnya pengetahuan dan kesadaran pekerja, faktor kenyamanan saat bekerja, kurang optimalnya pengawasan dari supervisor, serta kebiasaan kerja yang belum menjadikan penggunaan APD sebagai budaya keselamatan. Berdasarkan hasil tersebut, perusahaan perlu meningkatkan pengawasan, memberikan edukasi secara berkelanjutan, memastikan ketersediaan APD yang sesuai standar, serta memperkuat penerapan budaya K3 guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja di lingkungan perusahaan.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Ahnaf Tsabitul AzmiSahrulOktoberty
Copyright (c) 2026 Ahnaf Tsabitul Azmi, Sahrul, Oktoberty
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-302026-06-304216Analisis Risiko Pekerjaan Ruang Terbatas Kapal Semen Curah MV. Tonasa Lines XXVI Menggunakan Metode JSA dan HIRARC
https://ejournal.itka.ac.id/index.php/aohj/article/view/546
<p>Pekerjaan di ruang terbatas <em>(confined space)</em> pada kapal semen curah memiliki tingkat risiko yang tinggi karena karakteristik ruang dengan akses masuk dan keluar terbatas, ventilasi yang minim, serta potensi akumulasi gas berbahaya. Kondisi ini diperburuk oleh keberadaan residu semen, debu, keterbatasan ventilasi, potensi kekurangan oksigen, serta bahaya fisik selama proses inspeksi dan pembersihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko, serta menentukan tindakan pengendalian risiko pekerjaan di ruang terbatas kapal semen curah MV. Tonasa Lines XXVI. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode <em>Job Safety Analysis</em> (JSA) dan <em>Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control</em> (HIRARC). JSA untuk mengidentifikasi potensi bahaya setiap tahapan, sedangkan HIRARC untuk menentukan tingkat risiko, dan menetapkan tindakan pengendalian. Objek analisis meliputi ruang muat, tangki <em>double bottom, fore peak tank</em>, dan <em>engine room bilge</em>. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahaya utama pekerjaan ruang terbatas meliputi atmosfer berbahaya, kekurangan oksigen, paparan debu semen, jatuh dari tangga, terpeleset, tertimpa material, serta kesulitan melakukan evakuasi. Pengendalian risiko dilakukan melalui pendekatan berlapis yang meliputi identifikasi ruang, <em>risk assessment, permit to work</em>, isolasi energi, <em>gas testin</em>g, ventilasi, komunikasi, APD, <em>attendant, rescue plan</em> dan <em>monitoring</em> selama pekerjaan.</p>Panut WidodoEddi Indro AsmoroAgus SiswantoRudi Setiawan
Copyright (c) 2026 Panut Widodo, Eddi Indro Asmoro, Agus Siswanto, Rudi Setiawan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-272026-06-2742715