Krisis Moral dalam Praktik Hukum Islam Formalistik: Telaah Moral Reasoning Perspektif Khaled Abou El Fadl
DOI:
https://doi.org/10.55681/primer.v3i2.383Keywords:
Moral Reasoning, Positivisme Fiqh, Hermeneutika Otoritatif, Khaled Abou El Fadl, Hukum Keluarga Islam, Krisis Moral.Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis krisis moral dalam praktik hukum Islam formalistik melalui perspektif moral reasoning Khaled Abou El Fadl. Kajian ini berangkat dari fenomena berkembangnya legalisme fiqh dalam hukum Islam kontemporer yang cenderung memisahkan legalitas hukum dari dimensi moralitas. Dalam praktik hukum keluarga Islam, kondisi tersebut melahirkan berbagai putusan yang sah secara normatif, tetapi problematik secara etis karena mengabaikan keadilan substantif, relasi kuasa, dan perlindungan martabat manusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan filsafat hukum Islam, hermeneutika kritis, dan analisis normatif-filosofis. Sumber primer penelitian meliputi karya-karya Khaled Abou El Fadl, khususnya Speaking in God’s Name dan Reasoning with God, sedangkan sumber sekunder berasal dari literatur mengenai positivisme hukum, maqāṣid al-sharī‘ah, moral reasoning, dan reformasi hukum keluarga Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis utama hukum Islam kontemporer bukan terletak pada lemahnya legalitas hukum, melainkan pada dominasi positivisme fiqh yang mereduksi hukum menjadi kepatuhan tekstual-formal. Paradigma tersebut mendorong munculnya otoritarianisme interpretatif, hilangnya sensitivitas etik dalam ijtihad, serta terpisahnya hukum dari tujuan moral syariah. Dalam perspektif Khaled Abou El Fadl, hukum Islam seharusnya dipahami sebagai ethical project yang menempatkan moral reasoning sebagai fondasi epistemologis interpretasi hukum. Melalui konsep hermeneutika otoritatif, artikel ini menegaskan pentingnya reintegrasi hukum dan moralitas, penguatan moral agency penafsir, serta reorientasi otoritas hukum Islam yang lebih dialogis, reflektif, dan humanistik. Dengan demikian, rekonstruksi moral reasoning menjadi penting untuk mengembalikan hukum Islam pada orientasi keadilan substantif, kemaslahatan, dan perlindungan martabat manusia
References
Abdullah, M. A. (2022). Islamic studies in higher education in Indonesia: Challenges, impact and prospects for the world community. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 60(1), 1–26. https://doi.org/10.14421/ajis.2022.601.1-26
Bahri, S. (2021). Ke arah pembaruan hukum keluarga Islam: Kontribusi teori qabḍ-al dan basṭ-al Abdul Karim Soroush. Aḥwāl-Al: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 14(1), 71–85.
Crouch, M. (2021). Religious courts and family law reform in Indonesia: Emerging issues and contemporary challenges. Asian Journal of Comparative Law, 16(2), 215–233. https://doi.org/10.1017/asjcl.2021.12
Elmahjub, E. (2021). Islamic jurisprudence as an ethical discourse: An enquiry into the nature of moral reasoning in Islamic legal theory. Oxford Journal of Law and Religion, 10(1), 16–42. https://doi.org/10.1093/ojlr/rwaa023
Farahat, O. (2021). Time and moral choice in Islamic jurisprudence. Canadian Journal of Law and Jurisprudence, 34(2), 367–390. https://doi.org/10.1017/cjlj.2021.15
Halim, A. (2025). Reformulasi hukum keluarga Islam dalam perspektif keadilan substantif di era globalisasi. SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(2), 17–35.
Hasan, N. (2023). Reconstructing Islamic family law in contemporary Muslim societies. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 61(2), 275–298. https://doi.org/10.14421/ajis.2023.612.275-298
Hosen, N. (2022). Islamic law, authority, and legal reform in Southeast Asia. Journal of Islamic Studies, 33(3), 401–420. https://doi.org/10.1093/jis/etac018
Juliansyahzen, M. I. (2021). Re-reading Khaled M. Abou El Fadl’s authoritative hermeneutics in contemporary Islamic legal discourse. Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies, 4(1), 45–61.
Kamali, M. H. (2021). History and jurisprudence of the maqāṣid: A critical appraisal. American Journal of Islam and Society, 38(3–4), 8–34. https://doi.org/10.35632/ajis.v38i3-4.3110
Mufidah, N. (2023). Gender justice and Islamic family law reform in Indonesia. Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 22(1), 89–108. https://doi.org/10.21093/mj.v22i1.5678
Rahman, F. A. (2024). Moral reasoning and contemporary Islamic legal thought: Revisiting ethical foundations of Islamic jurisprudence. Journal of Islamic Ethics, 8(1), 55–74. https://doi.org/10.1163/24685542-08010004
Rohman, A. (2024). Positivisme fiqh dan tantangan hukum Islam kontemporer di Indonesia. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, 34(1), 25–44. https://doi.org/10.21580/ahkam.2024.34.1.18976
Saeed, A. (2022). Contextualist approaches and contemporary Islamic legal reform. Islam and Christian–Muslim Relations, 33(4), 367–382. https://doi.org/10.1080/09596410.2022.2134567
Yusdani, Y. (2023). Maqāṣid al-sharī‘ah and human dignity: Reconstructing Islamic legal ethics in modern society. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 23(2), 201–220. https://doi.org/10.15408/ajis.v23i2.31245
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sunanil Huda, Taftazani Khamdan Firdaus, Abid Rohmanu, Dewi Iriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





