Collaborative Governance dalam Siklus Pengelolaan Anggaran Desa Wisata Kacida Cibuntu di Padarincang
DOI:
https://doi.org/10.55681/primer.v3i5.434Keywords:
collaborative governance, pengelolaan anggaran, desa wisata; partisipasi masyarakat, akuntabilitasAbstract
Collaborative governance dalam siklus pengelolaan anggaran Desa Wisata Kacida Cibuntu di Desa Padarincang, Kabupaten Serang, dengan menggunakan perspektif Ansell dan Gash (2008) pada aspek starting conditions, facilitative leadership, institutional design, dan collaborative process. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aparat Pemerintah Desa Padarincang, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Macan Ketawa, serta masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran desa wisata telah dilakukan secara kolaboratif melalui pembagian peran antara pemerintah desa sebagai fasilitator anggaran dan kebijakan, serta Pokdarwis sebagai pengelola operasional wisata. Kolaborasi berjalan melalui forum musyawarah desa yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam tahap perencanaan, namun keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan anggaran masih terbatas. Penelitian juga menemukan bahwa pertanggungjawaban anggaran masih bersifat internal antara Pokdarwis dan pemerintah desa serta belum terintegrasi penuh ke dalam BUMDes, sementara bencana banjir berulang menjadi kendala utama yang menghambat tata kelola dan keberlanjutan pengelolaan anggaran wisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa collaborative governance di Desa Padarincang masih berada pada tahap berkembang, sehingga diperlukan penguatan transparansi, integrasi sistem keuangan desa, serta mitigasi bencana agar pengelolaan anggaran desa wisata dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
References
Akhyar, A., & Syarif, S. (2023). Tantangan dan peluang inovasi kebijakan di sektor pariwisata Kabupaten Bima: Perspektif good public policy governance. Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 4(6), 832–843.
Andriyanto, A. (2023). Governance kolaboratif dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Jurnal Ilmu Pemerintahan.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Bachtiar, N., Tamrin, S. H., Pauzi, R., Prilasandi, A. D., & Rafliansyah, M. (2022). Collaborative process dalam pengelolaan desa wisata. Jurnal Administrasi Negara, 28(3), 340–364.
Bafadal, R., & Damaradewi, M. (2025). Peran pemerintah desa dalam pengembangan desa wisata. Jurnal Ekonomi dan Pariwisata, 3, 284–296.
Banten Inside. (2024). Desa wisata Padarincang Kabupaten Serang: Jadikan dana desa untuk pengembangan wisata. https://banteninside.co.id/banten/desa-wisata-padarincang-kabupaten-serang-jadikan-dana-desa-untuk-pengembangan-wisata/
Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Serang. (2023). OJK jadikan desa wisata Kacida Cibuntu Padarincang desa keuangan inklusi. https://diskominfosatik.serangkab.go.id/baca/ojk-jadikan-desa-wisata-kacida-cibuntu-padarincang-desa-keuangan-inklusi
Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29. https://doi.org/10.1093/jopart/mur011
Fatin, A. D., Devina, F., & Musleh, M. (2024). Kolaborasi stakeholder dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di desa wisata Pandean Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek. Jurnal Administrasi Publik, 15(1).
Fazri, S. N., Sudiapermana, E., Kamarubiani, N., & Sulistiono, E. (2025). Penerapan CHSE melalui pendekatan community-based tourism desa wisata Pagerwangi. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 9(1), 57–67.
Ferdiansyah, L. F. (2025). Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata di Desa Timbanuh Kecamatan Pringgasela. Jurnal Ilmiah Hospitality, 14(1), 453–460.
Handiman, U. T., Yuliati, Adam, D., & Cahya, W. A. (2025). Pemberdayaan masyarakat pedesaan melalui pemasaran digital. Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas, 10(1), 1–10.
Hertika, F. F., Mahardhani, A. J., & Sulton, S. (2025). Pendidikan politik berbasis desa wisata: Analisis partisipasi warga. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 10(2), 195–201.
Humaeroh, S., Jumiati, I. E., & Maulana, D. (2022). Analisis transparansi dalam mendukung akuntabilitas realisasi dana desa. Jurnal Moderat, 8(1), 79–91.
Husainah, N., Bantulu, L., Prihanto, P. H., Kristanto, E., & Hakim, C. B. (2026). Pengembangan ekowisata berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(4), 23816–23827. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6046
Kantale, V. A., Poputra, A. T., & Wokas, H. R. N. (2025). Analisis akuntabilitas pengelolaan dana desa dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Riset Akuntansi dan Portofolio Investasi, 3(2), 558–569. https://doi.org/10.58784/rapi.392
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2024). Desa wisata Padarincang. Jejaring Desa Wisata (Jadesta). https://jadesta.kemenpar.go.id/desa/padarincang
Lensa News. (2024). Pemdes Padarincang tata kembali wisata Kacida Cibuntu yang diterjang banjir. https://lensanews.id/pemdes-padarincang-tata-kembali-wisata-kacida-cibuntu-yang-diterjang-banjir/
Madinah, R., Syafitri, A., & Pratama, I. N. (2025). Membangun kepercayaan publik melalui transparansi anggaran. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, 2(1), 331–338.
Misriyani, S., & Yuliasitna, R. (2025). Pengembangan desa wisata keris dalam perspektif modal sosial. Prosiding Seminar Nasional FISIP, 2(1), 223–248.
Paludai, M. S., Hatu, R. A., Latare, S., & Bumulo, S. (2025). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Minanga. Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 63–74.
Putra, T. H., Puryadi, D. I., Rahman, K., & Abdurrahman. (2025). Analisis potensi wisata dan dampak ekonomi desa wisata. Jurnal Ilmiah Hospitality, 14(1), 447–452.
Putri, E. P. (2025). Optimalisasi akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana desa. Journal of Economics, Business, Accounting and Management, 3(1), 30–40. https://doi.org/10.61476/1781gc34
Rahmawati, R., Satrio, A., & Yusuf, M. (2024). Penyuluhan identifikasi potensi 3A pada desa wisata di Kabupaten Serang. WINDRADI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 14–21. https://doi.org/10.61332/windradi.v2i1.184
Rakhman, L. F., Rochman, G. P., & Kurniasari, N. (2023). Model kelembagaan dalam pengelolaan desa wisata berbasis agro-ekowisata dan budaya. Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning, 3(2), 606–616.
Ramadan, R., Widiyanto, N., & Ihalauw, J. J. (2022). Peluang dan tantangan desa wisata berkelanjutan. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(6), 1784–1810.
Saidin, & Rinanda, W. W. (2022). Transparansi pengelolaan anggaran desa. NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 4(1), 178–190. https://doi.org/10.52423/neores.v4i1.57
Serangkab.go.id. (2024). Desa wisata Padarincang Kacida Cibuntu masuk 50 desa wisata terbaik ADWI 2024. https://serangkab.go.id/berita/desa-wisata-padarincang-kacida-cibuntu-masuk-50-desa-wisata-terbaik-adwi-2024
Setiyawan, L. S., et al. (2024). Collaborative governance dalam pengelolaan desa wisata. Jurnal Administrasi Publik.
Umam, C. (2023). Usulan pengembangan desa wisata Padarincang berbasis ergonomi. Jurnal Sains Terapan Pariwisata, 8(2), 91–100. https://doi.org/10.56743/jstp.v8i2.272
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Irrelian Janewa, Laeli Nur Khanifah, Rina Amalia, Rianti Lestari Putri, Desvita Selviandi Putri, Nadia Suci Ramadhanita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





