Oasis Termal di Tengah Kota: Analisis Peran Vegetasi Kebun Raya Bogor dalam Mereduksi Urban Heat Melalui Pendekatan Perpindahan Kalor

Authors

  • Alifah Naurah N Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka (UHAMKA)
  • Firda Fauziah Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka (UHAMKA)
  • Najwa Fauziah Safitri Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka (UHAMKA)
  • Nur Fatimatuz Zahra Puteri Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka (UHAMKA)
  • Zulfadewina Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka (UHAMKA)

DOI:

https://doi.org/10.55681/primer.v3i6.469

Keywords:

Urban Heat Island (UHI); Kebun Raya Bogor; vegetasi; perpindahan kalor; iklim mikro; ruang terbuka hijau (RTH).

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) yang dipicu oleh urbanisasi dan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) telah meningkatkan suhu udara di berbagai wilayah perkotaan, termasuk Kota Bogor. Di tengah kondisi tersebut, Kebun Raya Bogor berperan sebagai kawasan hijau yang mampu menciptakan iklim mikro lebih sejuk dibandingkan kawasan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran vegetasi Kebun Raya Bogor dalam mereduksi suhu lingkungan melalui mekanisme perpindahan kalor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara mendalam terhadap petugas Kebun Raya Bogor, wisatawan, serta masyarakat sekitar. Analisis dilakukan menggunakan konsep perpindahan kalor, meliputi radiasi, konveksi, dan konduksi, yang diintegrasikan dengan proses evapotranspirasi tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi di Kebun Raya Bogor mampu menurunkan suhu lingkungan melalui efek peneduhan shading effect, penyerapan dan pemantulan sebagian radiasi matahari, serta pendinginan evaporatif akibat proses evapotranspirasi. Kanopi pohon yang rapat juga berperan dalam mempertahankan kelembapan udara dan memperlambat aliran udara panas sehingga terbentuk iklim mikro yang lebih nyaman. Temuan lapangan menunjukkan adanya perbedaan suhu sekitar 2–4°C antara kawasan Kebun Raya Bogor dan wilayah perkotaan di sekitarnya. Dengan demikian, vegetasi Kebun Raya Bogor berfungsi sebagai sistem pendingin alami yang efektif dalam mengurangi dampak UHI serta menjaga keseimbangan termal lingkungan perkotaan. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian dan pengembangan ruang terbuka hijau sebagai strategi mitigasi perubahan iklim di kawasan perkotaan.

References

Chairuman, M., Wihadanto, A., & Rusdiyanto, E. (2023). Perubahan penggunaan lahan Perkotaan dan fenomena urban heat island di Kota Tangerang Selatan. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 7(2), 142. https://doi.org/10.32522/ujht.v7i2.10375

Fadhilah, N. (2024). Peran Hutan Kota dalam Mengurangi Polusi Udara dan Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Perkotaan. Journal of Horizon, 1(1), 6–9. https://doi.org/10.62872/q3j8cq92

Fahruddin, A., Mulyadi, & Firdaus, R. (2024). Buku Ajar Perpindahan Panas Heat Sink dan Permukaan Bersirip. In Umsida Press. https://press.umsida.ac.id/index.php/umsidapress/article/view/1447%0Ahttps://press.umsida.ac.id/index.php/umsidapress/article/download/978-623-464-087-8/1226

Nanny Kusminingrum. (2008). Potensi Tanaman Dalam Menyerap Co2 Dan Co Untuk Mengurangi Dampak Pemanasan Global. Jurnal Permukiman, 3(2), 96–105.

Nurjanah, Ayu Rahayu, & Didit Ginanjar. (2025). Studi Perbandingan antara Ekologi Tumbuhan di Daerah Tropis dan Subtropis dalam Menanggulangi Perubahan Iklim. Jurnal Pengembangan Sains dan Teknologi, 1(1), 9–16. https://doi.org/10.63866/jpst.v1i1.41

Salsabella, S., & Prianto, E. (2025). Analisis Perbandingan Efektivitas Vegetasi Dan Naungan Buatan Dalam Meningkatkan Kenyamanan Termal Ruang Terbuka Kampus. Jurnal Arsitektur ARCADE, 9(2), 137–143. https://doi.org/10.31848/arcade.v9i2.3955

Sinaga, F., Sinaga, B. F., Anggara, D., Sihaloho, O. P., Taulani, I., & Gunawan, H. (2026). HUBUNGAN INDEKS LUAS DAUN TERHADAP EFEKTIVITAS RELATIONSHIP BETWEEN LEAF AREA INDEX AND PHOTOSYNTHESIS. 28(1), 97–102.

Subandar, S. A., & Sulistyantara, B. (2026). Jurnal Teknologi Lingkungan Landscape Planning for Public Green Open Space Based on the Urban Heat Island Phenomenon in Tanah Sareal District , Bogor City Perencanaan Lanskap Ruang Terbuka Hijau Publik Berbasis Fenomena Urban Heat Island di Kecamatan Tana. 27(1), 33–44.

Tulandi, D. A. (2022). Perbandingan Suhu pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan non RTH di Area Megamas Manado. Charm Sains: Jurnal Pendidikan Fisika, 3(1), 50–54. https://doi.org/10.53682/charmsains.v3i1.152

Wadud, M. V. A., Hermawan, E., & Kamilah, N. (2023). Analisis Pola Distribusi Spasial Perubahan Penggunaan Lahan Dan Urban Heat Island Menggunakan Google Earth Engine (Studi Kasus Di Kota Bogor Tahun 2000, 2009, & 2021). INFOTECH journal, 9(1), 259–269. https://doi.org/10.31949/infotech.v9i1.5507

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Alifah Naurah N, Firda Fauziah, Najwa Fauziah Safitri, Nur Fatimatuz Zahra Puteri, & Zulfadewina. (2025). Oasis Termal di Tengah Kota: Analisis Peran Vegetasi Kebun Raya Bogor dalam Mereduksi Urban Heat Melalui Pendekatan Perpindahan Kalor. PRIMER : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(6), 567–577. https://doi.org/10.55681/primer.v3i6.469