Kurikulum Pendidikan Islam Melayu Tradisional
DOI:
https://doi.org/10.55681/primer.v3i4.403Keywords:
Kurikulum Pendidikan Islam, Tradisi Melayu, Sanad Ilmu, Warisan Ulama IndonesiaAbstract
Penelitian ini secara komprehensif mengkaji kurikulum pendidikan Islam Melayu tradisional yang berkembang di lembaga pendidikan seperti surau, pondok, dayah, dan madrasah awal di Nusantara, khususnya di wilayah Melayu. Fokus penelitian diarahkan pada struktur kurikulum, sumber pengetahuan, metode pembelajaran, dan orientasi pendidikan yang membentuk karakter pendidikan Islam di era tradisional. Melalui pendekatan sejarah, antropologis, dan studi sastra terhadap karya-karya ulama Melayu seperti Hamzah Fansuri, Nuruddin ar-Raniry, Sheikh Abdul Rauf al-Singkili, dan Sheikh Daud al-Fatani, penelitian ini menelusuri bentuk transmisi ilmu-ilmu Islam yang meliputi yurisprudensi, monoteisme, Sufisme, hadis, tafsir, dan alat-alat seperti nahwu, syaraf, dan balaghah. Metode pembelajaran yang ditemukan meliputi sistem talaqqi, halaqah, hafalan, musyawarah, pembacaan buku kuning, dan mekanisme rantai transmisi ilmiah sebagai legitimasi otoritas ilmiah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan Islam tradisional Melayu tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga menanamkan sopan santun, moral, dan identitas agama masyarakat Melayu, sehingga pendidikan berfungsi sebagai media pembentukan moralitas dan budaya Islam. Lebih lanjut, penelitian ini menegaskan bahwa meskipun sifatnya tradisional, kurikulum memiliki fleksibilitas, keberlanjutan, dan kedalaman epistemologis, menjadikannya landasan bagi pengembangan pendidikan Islam modern di Asia Tenggara. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada upaya rekonstruksi sejarah pendidikan Islam dan membuka peluang untuk merevitalisasi kurikulum berbasis tradisi dalam konteks pendidikan Islam kontemporer.
References
Agusnan. (2023). Islamic education management patterns in Mandailing Natal: Case study in Pesantren Musthofawiyah Purbabaru. At-Tarbiyat: Jurnal Pendidikan Islam, 6(1).
Ahmad, A. (2021). Konsep ta'dib Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan implikasinya dalam pendidikan Islam. AN NUR: Jurnal Studi Islam, 13(1).
Ali, M. (2021). Lembaga pendidikan Islam klasik di Nusantara: Studi terhadap langgar. Ri'ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan, 6(1).
Andriani, P. (2025). Jawi script as a legacy of Islamic civilization in Malay lands. Interdisciplinary Journal of Global and Multidisciplinary, 1(3).
Annabil, F. S. (2025). Kyai's leadership in fostering alumni harmony and solidarity through the halaqah approach in Islamic boarding schools. Journal of Islamic Education Research, 6(3).
Anwar, H. A. (2023). Kurikulum dan sistem pembelajaran di pondok pesantren salaf. Jurnal Ilmiah Global Education, 4(2).
Budiman, A. (2025). Constructing the body of knowledge of pesantren education: A philosophical, historical, and curricular inquiry. At-Ta'dib, 20(1).
Febrianty, N. D. (2024). Sistem pengelolaan wakaf produktif untuk penguatan kemandirian ekonomi pesantren (Studi pada Pondok Pesantren Trubus Iman). Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 5(1).
Hak, N. (2024). The Islamic intellectual network between Nusantara and Central Asia in the 19th and 20th century: An in-depth analysis of intellectual traces, genealogy and knowledge transfer. Islamic History and Literature, 2(2).
Hamzah, M. (2024). Kebijakan diskriminatif kolonial Belanda terhadap pendidikan Islam: Studi kasus Ordonansi Guru dan Ordonansi Sekolah Liar. Fakta: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(2).
Izmi, N. (2022). Tradisi pembelajaran kitab kuning dalam kurikulum pesantren. El-Rusyd, 7(2).
Kadir, N. A. A. (2022). The development of Islamic education in the Malay world: Highlighting the experience in Malaysia. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 12(10).
Mappiasse, A. H. A. (2023). Nusantara dan Mekah abad 19. Al-Hikam: Jurnal Dakwah, 17(1).
Mas'udi, A. T. (2024). The evolution of pesantren education: Continuity and change in curriculum and management amid modernization. Journal of Pesantren and Diniyah Studies, 1(2).
Mawarni, U. K. (2024). Penyebaran peradaban Islam di Asia Tenggara: The spread of Islamic civilization in Southeast Asia. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 4(3).
Ramadhani, F. D. (2021). Implementasi metode bandongan dalam pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Asy'ariyyah Kalibeber Wonosobo. Jurnal Profesi Pendidikan dan Keguruan Alphateach, 1(2).
Riska, L. M. (2023). Analysis of nahwu learning by using the book of Al-Ajurumiyah at Madrasah Aliyah Bilingual Junwangi. Emergent: Journal of Educational Discoveries and Lifelong Learning, 4(4).
Rohmah, U. S. (2023). Sejarah dan dinamika lembaga pendidikan Islam di Nusantara: Surau, meunasah, pesantren, dan madrasah. Social Science Academic, 1(2).
Sabila, N. D. (2025). Strategi manajerial dalam implementasi metode ihfadz untuk meningkatkan hafalan dan pemahaman ilmu nahwu di pesantren putri. MANAGIERE: Journal of Islamic Educational Management, 4(2).
Sari, W. A. S. (2022). Implementasi metode sorogan dalam membaca kitab kuning. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 3(1).
Syafi'i, M. P. (2022). Integrasi ilmu agama dan ilmu umum pada lembaga pendidikan Islam (Studi kasus di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta) (Tesis Magister). Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Taufikin. (2025). Integrating local wisdom in transformative Islamic education: A sustainable model for character development at Madrasah Aliyah. MISYKAT: Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Quran Hadits Syari'ah dan Tarbiyah, 10(1).
Wahid, A. (2022). Eksistensi dan kebijakan pendidikan Islam pada masa kolonial Belanda. Jurnal Kewarganegaraan, 6(3).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Al Insyirah, Nyayu Soraya, Baldi Anggara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





