Transformasi Model Pembelajaran Kitab Kuning di Pesantren: Dari Sorogan dan Bandongan ke Blended Learning
DOI:
https://doi.org/10.55681/primer.v4i3.570Keywords:
blended learning, kitab kuning, sorogan, bandongan, transformasi pedagogis, pesantrenAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara keunggulan pedagogis metode sorogan dan bandongan yang telah menjadi fondasi transmisi keilmuan pesantren selama berabad-abad dengan keterbatasan aksesibilitas dan fleksibilitasnya dalam menjangkau generasi digital native. Meskipun berbagai studi telah mengeksplorasi integrasi teknologi di pesantren, masih terdapat kekosongan analitis mengenai bagaimana transformasi pedagogis dari metode tradisional menuju blended learning berlangsung secara simultan tanpa mengorbankan kedalaman pemahaman kitab kuning sebagai inti tradisi keilmuan pesantren. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses, model, dan implikasi transformasi pembelajaran kitab kuning dari sorogan-bandongan menuju blended learning di Pondok Pesantren Darul Hijrah Al-Aziziyah, Kutacane, Aceh Tenggara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kiai, ustaz, dan santri, serta analisis dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dengan triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan validitas. Temuan utama mengidentifikasi tiga model inovasi yang berkembang secara bertahap: digitalisasi koleksi kitab kuning melalui perpustakaan digital sederhana, metode pembelajaran hybrid yang mengombinasikan sistem sorogan-bandongan dengan platform pembelajaran daring, dan pengembangan konten multimedia interaktif berbasis interpretasi kontekstual kitab kuning. Kontribusi teoretis penelitian ini terletak pada pengembangan kerangka konseptual transformasi pedagogis pesantren yang mengintegrasikan Graham's Blended Learning dan Mezirow's Transformative Learning dalam konteks spesifik pembelajaran kitab kuning, menunjukkan bahwa transformasi yang berhasil bukanlah penggantian metode tradisional melainkan penciptaan ekosistem pembelajaran hibrida yang mempertahankan otoritas sanad dan talaqqi sambil memperluas akses dan fleksibilitas. Kontribusi kontekstual penelitian ini adalah memberikan model yang dapat direplikasi oleh pesantren di daerah dengan keterbatasan infrastruktur teknologi, sekaligus menegaskan bahwa transformasi digital pesantren harus berpusat pada penguatan interaksi kiai-santri, bukan pada teknologi itu sendiri.
References
Adawiyah, R., & Husni, M. (2025). Integrasi teknologi digital dalam pengajaran kitab kuning di pesantren. JIPSH, *2*(1).
Andy, A., Nisa, A., & Juliadarma, M. (2024). Adaptasi pembelajaran kitab kuning dalam konteks modernisasi pada Pondok Pesantren Darul Falah Ternate. PUSAKA, *12*(1).
Falaq, Y., et al. (2022). The role of pesantren in implementing the educational triumvirate through transformative heritage in society 5.0. Semantic Scholar.
Firdaus, A. F. (2024). Efektivitas metode sorogan dan bandongan dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Assalafiyyah Bodelor. Repository Syekh Nurjati.
Graham, C. R. (2021). Blended learning systems: Definition, current trends, and future directions.
Hakim, D. A. H., Nasrullah, I., & Rahadian, D. (2024). Needs analysis for implementing distance education and digital transformation in Islamic boarding school learning in Garut Regency. Jurnal Locus, *5*(6).
Hanafi, Y., Ikhsan, M. A., Saefi, M., Diyana, T. N., Anam, F. K., & Ramadhan, M. R. (2025). Digitizing Darul Faqih Islamic boarding school in Indonesia: Teachers' perspectives on hybrid Islamic boarding school. PERDIKAN, *7*(1).
Hasbullah, A. R. (2024). Transformasi digital dalam inovasi pembelajaran di pesantren. ETheses IAIN Kediri.
Intania & Nurcholis. (2024). Transformasi pendidikan pesantren di era digital. Jurnal Edukatif.
Kholik, et al. (2023). Efektivitas LMS dalam pembelajaran kitab kuning. Jurnal P4I.
Ma'fulah, S., & Ami. (2024). Kualitas bimbingan guru dalam pembelajaran kitab kuning. Jurnal P4I.
Mardani, D., Tamam, A. M., Hezam, M. N., Izzuddin, & Syafei, I. (2025). Revisiting classical Arabic pedagogies in Indonesia: Bandongan, sorogan, and halaqah. Conference UIN Sunan Kalijaga.
Mezirow, J. (2021). Transformative learning: Theory to practice.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2021). Qualitative data analysis: A methods sourcebook.
Muadzin, L. A. (2025). The transformation of Islamic boarding school education in the digital era: Systematic literature review. OASE, *1*(1).
Muis, A., Hidayat, R., & Arif, S. (2025). Transforming pesantren education: Digital integration and value-based curriculum optimization. EUDL.
Muntafi'ah, et al. (2024). Learning management system dalam pembelajaran kitab kuning. Jurnal P4I.
Musa, F., & Marwah. (2025). Transmisi nilai dan keilmuan kitab kuning di era digital: Studi etnopedagogi pada pesantren tradisional dan modern di Tapanuli. Ejournal Al-Qolam.
Sumarsono, D., et al. (2021). Pelatihan penerapan blended learning untuk guru pesantren. Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Taufigurrochman, R., Prasetiyo, A., & Amrullah, H. (2024). Hybrid learning model in Ma'had 'Aly UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Abjadia, *9*(1).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sahrahman, Badrus Shalih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





