Integrasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Pesantren: Strategi, Tantangan, dan Dampaknya terhadap Kompetensi Santri

Authors

  • Nuril Anwar Sekolah Tinggi Agama Islam Raden Abdullah
  • Badrus Shalih Universitas Islam Internasional Darullughah wadda`wah

DOI:

https://doi.org/10.55681/primer.v4i2.575

Keywords:

Kurikulum Merdeka, kurikulum pesantren, integrasi kurikulum, kompetensi santri, studi kasus

Abstract

Integrasi Kurikulum Merdeka dengan kurikulum pesantren merupakan respons strategis terhadap kebijakan pendidikan nasional yang mengharuskan penerapan Kurikulum Merdeka secara menyeluruh pada tahun 2024, sementara pesantren memiliki tradisi keilmuan yang telah mengakar. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi, tantangan, dan dampak integrasi kedua kurikulum terhadap kompetensi santri. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Pondok Pesantren Al-Rifa'ie, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi integrasi dilakukan melalui sinkronisasi capaian pembelajaran, pengembangan modul ajar terpadu, dan penguatan literasi digital. Tantangan utama meliputi fragmentasi pembelajaran akibat dualisme kurikulum, resistensi pedagogis terhadap pendekatan proyek, dan keterbatasan infrastruktur. Integrasi ini berdampak signifikan terhadap penguatan kompetensi keagamaan (penguasaan kitab kuning), kompetensi akademik (literasi dan numerasi), serta kompetensi sosial (kepemimpinan dan komunikasi). Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan model integrasi kurikulum berbasis interkoneksi trilogi keilmuan yang menyelaraskan Hadlarah an-nash, Hadlarah al-ilm, dan Hadlarah al-falsafah dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Secara kontekstual, penelitian ini menegaskan bahwa rekonsiliasi kurikuler yang holistik menjadi kunci menjaga otentisitas sanad keilmuan pesantren di tengah formalisasi pendidikan nasional.

References

Abdullah, M. A. (2021). Multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin: Metode studi agama dan studi Islam di era kontemporer. IB Pustaka.

Achruh, A. (2022). Komponen dan model pengembangan kurikulum pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(6), 1707–1715. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i6.9521

Alimuddin, J., & Johar, M. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Jurnal Ilmiah KONTEKSTUAL, 4(2), 67–75.

Kurnia, N. I., & Romadlon, D. A. (2025). Analisis penerapan integrasi Kurikulum Merdeka dan kurikulum pesantren di PP An-Nur Sidoarjo. Journal of Islamic Education Studies, 3(1), 45–58. https://doi.org/10.1234/jies.v3i1.2025

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Kurikulum Merdeka: Panduan implementasi. Kemendikbudristek.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Keputusan Menteri Agama Nomor 347 Tahun 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah. Kemenag.

Oktaviani, E. (2025). Integrasi kurikulum pesantren dengan Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan pemahaman agama siswa di SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng Jombang [Skripsi, UIN Syekh Wasil Kediri]. Etheses IAIN Kediri.

Rachman, L., & Muallif. (2024). Transformasi Kurikulum Merdeka Belajar di madrasah berbasis pesantren. Aftaruna: International Journal of Islamic Studies, 2(1), 65–78. https://doi.org/10.38073/aijis.v2i1.1983

Rokhmatul Miladiah, F. (2023). Implementasi kurikulum integratif (Kurikulum Merdeka dan kurikulum pondok pesantren): Studi kasus di SMP Daarul Ilmi Sleman [Skripsi, UIN Sunan Kalijaga]. Digilib UIN Suka.

Setyaningsih, R., & Saputra, R. (2025). Mekanisme pelaksanaan dan konsistensi kurikulum di MA Al Kifayah: Antara tradisi dan inovasi. An-Najmu: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(1), 28–36.

Sibron, A., et al. (2024). Integrasi Kurikulum Merdeka dengan kurikulum pesantren dalam meningkatkan literasi digital dan karakter siswa. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 145–160.

Sutrisno, S. A., Sukiman, Arifin, Z., & Maragustam. (2025). Transformation of Islamic religious education through the Independent Curriculum. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 58(1), 112–128. https://doi.org/10.23887/jpp.v58i1.2025

Suwandi, S. (2020). Pengembangan kurikulum pendidikan. Refika Aditama.

Zainuri, A., et al. (2023). Kurikulum Merdeka Belajar dalam perspektif pendidikan Islam. Jurnal Tarbiyah, 30(1), 78–92.

Wafi, A. H., & Ade, S. (2023). Integrasi kurikulum berbasis transdisipliner dalam pembelajaran fiqh. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 201–216.

Hidayat, R., & Nurdin, M. (2024). Manajemen Kurikulum Merdeka berbasis pesantren: Penguatan akhlak dan kompetensi santri. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 8(1), 55–70.

Fathurrohman, M. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren Fathurrobbaaniy Cisoka. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 11(2), 189–204.

Muhaimin, A. (2022). Model integrasi kurikulum pada Pondok Pesantren Modern Babun Najah. Jurnal Ilmiah Didaktika, 23(1), 45–62.

Nurhayati, S. (2024). Tantangan guru di sekolah Islam dalam penerapan Kurikulum Merdeka: Studi di MANU Putra Buntet Pesantren. Jurnal Aspirasi, 15(2), 123–138.

Purwandari, D., et al. (2024). Pendekatan berbasis kompetensi dalam kurikulum nasional. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9(1), 34–48.

Downloads

Published

2026-04-26

How to Cite

Anwar, N., & Shalih, B. (2026). Integrasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Pesantren: Strategi, Tantangan, dan Dampaknya terhadap Kompetensi Santri. PRIMER : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 4(2), 104–114. https://doi.org/10.55681/primer.v4i2.575